Leukosit

Leukosit berfungsi sebagai salah satu komponen sistem kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit. Jumlah leukosit di atas kondisi normal menggambarkan ternak sedang mengalami stress akibat infeksi parasit, virus,
bakteri, dan suhu udara (Lukman et al. 2020). Berdasarkan bentuk morfologinya leukosit terdiri dari lima jenis yaitu limfosit, monosit, neutrofil, eosinofil, dan
basofil. Bentuk morfologi lima jenis tipe leukosit ini memiliki ciri yang berbeda demikian juga fungsinya dan berbeda-beda (Giyartika dan Keman 2020).
Kadar limfosit dipengaruhi oleh aktivitas fisik, pengobatan, dan penyakit. Limfosit berperan penting dalam respon imunitas tubuh untuk melawan infeksi
virus dan infeksi bakteri. Umur limfosit berkisar antara 100-300 hari, peningkatan jumlah limfosit absolut (limfositosis) terjadi pada kasus infeksi akibat virus, penyakit bakteri, dan ganguan hormonal. Infeksi virus seperti mononucleosis infeksiosa, hepatitis, parotitis, campak, pneumonia virus, myeloma multiple, hipofungsi adrenokortikal (Giyartika dan Keman 2020).
Monosit merupakan sel darah yang memiliki ukuran terbesar. Fungsi dari monosit yaitu sebagai lapis kedua pertahanan tubuh yang dapat memfagositosis dan termasuk dalam kelompok makrofag. Peningkatan persentase jumlah monosit pada hitung jenis leukosit mengindikasikan terjadinya inflamasi (Giyartika dan Keman 2020).
Leukosit yang paling banyak adalah neutrofil, fungsi utamanya melawan infeksi bakteri dan gangguan radang. Neutrofil memiliki peranan yang penting, pada kondisi kerusakan jaringan yang berkaitan dengan penyakit noninfeksi (Giyartika dan Keman 2020).
Eosinofil merupakan salah satu komponen leukosit yang berperan aktif pada reaksi alergi dan infeksi parasit sehingga peningkatan nilai eosinofil dapat digunakan untuk mendiagnosa atau monitoring penyakit. Eosinofil aktif terutama aktif pada tahap akhir inflamasi dan memiliki kemampuan untuk memfagosit. 
Basofil merupakan salah satu komponen leukosit yang paling sedikit jumlahnya. Peningkatan basofil berhubungan dengan leukemia granulostik dan 
basofilik myeloid metaplasia dan reaksi alergi disebut basofilia, sedangkan basopenia yaitu penurunan basofil berkaitan dengan infeksi akut, reaksi stress, terapi steroid jangka panjang (Giyartika dan Keman 2020).

Lukman, Fattah AH, Faridah R, Hermawansyah. 2020. Jumlah leukosit sapi bali induk yang di pelihara pada ketinggian tempat yang berbeda di kabupaten sinjai. JA. 5(2): 1-7.
Giyartika F, Keman S. 2020. Perbedaan peningkatan leukosit pada radiografer dirumah sakit islam jemursari surabaya. JKL. 2(12): 97-106.

Comments

Popular posts from this blog

perbedaan pemberian pakan domba dalam negeri dan luar negeri

Tegak kaki dan diagnose kepincangan kuda-sapi

Inseminasi Buatan pada Ayam

TUGAS SOSIOLOGI UMUM 'TAK CUKUP DEKLARASI DAMAI'

CONTOH DRAMA MPLS

KASUS BRUCELLOSIS ABORTUS PADA SAPI DAN KAMBING

Translate

Pageviews last month

terima kasih

jangan lupa datang kembali, komen, dan request