Inseminasi Buatan pada Ayam
Inseminasi Buatan pada Ayam
1. Penampungan
semen ayam
Penampungan semen ayam biasanya dilakukan
pada sore hari sekitar jam 15.00 WIB. Pengambilan sperma dilakukan 2 orang,
dimana 1 orang memegang ayam dan 1 orang bertugas mengambil sperma. Pertama
pembersihan kotoran yang menempel dianus dan sekitarnya. Kemudian rangsang
pejantan dengan mengelus bagian punggung dari bawah ke leher ke arah ekor dan
dari bawah anus kearah ekor, biasanya dilakukan 5-7 kali. Lalu tekan pangkal
ekor dengan posisi tangan dari atas sampai keluar spermanya, kemudian tampung
sperma dalam tabung. Pengambilan sperma dapat dilakukan 3-5 kali dalam
seminggu. Terakhir encerkan sperma dengan NaCl fisiologis 0,9% dengan
perbandingan 1:6 sampai 1:10 (Sastrodihardjo 1996).
Tingkat fertilitas yang diperoleh dengan penerapan teknik IB
sangat dipengaruhi oleh kualitas semen. Kualitas semen sendiri dipengaruhi oleh
musim, nutrisi, manajemen, faktor keturunan, teknik penampungan serta frekuensi
penampungan. Frekuensi ejakulasi pada perkawinan alam ataupun frekuensi
penampungan semen pada pelaksanaan IB akan memengaruhi volume dan konsentrasi
semen (Hijriyanto et at. 2017).
2. Persiapan
IB ayam
Pemilihan ayam betina yang
diinseminasi harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut; sehat dan tidak
cacat, berproduksi tinggi, berumur 7 hingga 12 bulan, minimal sudah mengalami
periode peneluran pertama, induk tersebut harus sedang berproduksi, pemeliharaan
induk sebaiknya dalam kandang batere individu. Persiapkan alat dan bahan untuk
inseminasi buatan pada ayam; alat suntik (spuit), tabung penampung sperma,
tabung pengencer, NaCl fisiologis 0,9% (pengencer sperma), dan kain lap yang setiap
kali digunakan dalam keadaan steril (Pratiwi et al. 2019).
3. Pelaksanaan
IB ayam
Inseminasi Buatan pada ayam dapat
dilakukan dengan dua metode yaitu; metode intra vaginal artinya sperma
disuntikkan ke dalam vagina dengan kedalaman ± 3 cm atau metode intra uterin
artinya sperma dimasukkan ke bagian uterus dengan kedalaman ± 7-8 cm. Teknik
intra uterin bermanfaat meningkatkan fertilitas semen yang mempunyai daya hidup
spermatozoa yang rendah seperti semen beku dan semen yang telah disimpan.
Namun, teknik yang biasa digunakan adalah intra vagina, karena dapat
meningkatkan fertilitas, pelaksanaan relatif mudah dan semen biasanya dalam bentuk
segar, sehingga masih mempunyai tingkat motilitas yang tinggi (Nurhaeda 2013).
Pertama
pembersihan kotoran yang menempel di anus dan sekitarnya dengan menggunakan
tisu pembersih. Pelaksanaan inseminasi buatan dilakukan 2 orang, 1 orang
memegang ayam dan 1 orang inseminasi buatan. Lalu tekan bagian tubuh dibawah
anus hingga terlihat saluran reproduksi (sebelah kid) dan saluran kotoran
(sebelah kanan). Sperma yang sudah diencerkan disedot dengan spuit tanpa jarum
sebanyak 0,1-0,2 ml kemudian dimasukkan ke dalam alat kelamin betina. Berikan
vitamin anti stress pada ayam yang di inseminasi. Untuk mendapatkan hasil yang
baik, sebaiknya Inseminasi Buatan diulang 3 hari setelah inseminasi buatan yang
sebelumnya (Suyatno 2003).
Daftar Pustaka
Hijriyanto M, Dasrul, Thasmi CN. 2017.
Pengaruh frekuensi penampungan semen terhadap kualitas spermatozoa pada ayam
Bangkok. Jimvet. 1(1): 46-53.
Nurhaeda. 2013. Pengaruh tempat deposisi
semen dengan metode inseminasi buatan terhadap fertilisasi telur ayam buras. Jurnal Galung Tropika. 2(2): 103-105.
Pratiwi N, Yusuf TL, Arifianti I, Sumantri
C. 2019. Kualitas spermatozoa dalam modifikasi pengencer ringer laktak kuning
telur dengan tambahan astaxanthin dan glutathione pada tiga jenis ayam local. Acta Veterinaria Indonesiana. 1(7):
46-54.
Sastrodihardjo
S. 1996. Inseminasi Buatan pada Ayam
Buras. Bogor (ID): Balitnak.
Suyatno. 2003. Peningkatan produksi bibit
ayam lurik melalui penerapan inseminasi buatan. Jurnal Dedikasi. 1(1): 104-111.

Comments
Post a Comment