LIMBAH TERNAK
Pengelolaan
limbah ternak sangat penting, mengingat dampaknya pada lingkungan cukup besar. Melalui
pengelolaan limbah ternak yang baik, usaha peternakan sapi dapat mendukung konsep
pembangunan berkelanjutan. Peternak memperlakukan limbah sapi dengan membuang
ke sungai dan sebagian dibuat sebagai pupuk kompos. Pupuk kompos tersebut
dibuat dengan feses yang dikeringkan terlebih dahulu, kemudian dicampur dengan
decomposer/M4.
Pembuangan
limbah kotoran sapi langsung menuju sungai, hal ini dapat menyebabkan penurunan
kesehatan secara menyeluruh kepada semua penduduk akibat adanya bau, bakteri
yang menyebabkan munculnya penyakit diare dan tidak bisa dipakainya air bersih
dari sungai untuk mencuci dan memasak, serta mengganggu atau merusak kualitas
air baku sungai tersebut (Biyatmoko 2012).
Limbah ternak apabila
tidak diolah dengan baik akan menjadikan limbah serta pencemaran lingkungan,
karena kotoran ternak mengandung NH3, NH, dan senyawa lainnya. Kandungan yang
masih terdapat dalam kotoran ternak dapat mencemari lingkungan dan masyarakat
sekitar jika tidak dapat dikelola dengan baik. Kotoran yang masih mengandung
beberapa nutrien dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Padahal limbah
peternakan yang berupa feses dan urin dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Kotoran yang diolah menjadi pupuk kandang akan memiliki kualitas yang baik
serta nilai jual yang tinggi. Pemanfaatan feses menjadi pupuk kandang sangat
baik terutama bagi kesuburan tanah dan menyediakan unsur hara yang dibutuhkan
tanaman, pupuk menjadi kebutuhan pokok para petani untuk mengelola tanaman di
sawah untuk tingkat para petani yang biasanya untuk pupuk tanaman padi, jagung,
kacang, dan tanaman lainnya (Sukamta et
al. 2017).
Biyatmoko. 2012. Potensi beban pencemar (pbp) airasallimbah peternakandi
kota Banjarmasin. Enviro Scienteae.
8(1): 23-29.
Sukamta, Shomad MA, Wisnujati A. 2017. Pengelolaan limbah ternak
sapimenjadi pupuk organik komersial di dusun Kalipucang, Bangunjiwo, Bantul, Yogyakarta.
5(1): 1-10.

Comments
Post a Comment