TORSIO UTERI

 Torsio uteri merupakan rotasi dari uterus pada sumbu longitodinalnya. Torsio uteri biasa terjadi selama trimester terkhir kehamilan dan selama tahap persalinan (Rahayu 2022). Etiologi dari torsio uteri disebabkan oleh ketidakstabilan darisalah satu rahim selama kehamilan. Ukuran fetus juga menjadi faktor predesposisi dari terjadinya torsio uteri (Lyons dan Gordon 2012).

Sapi Friesian Holstein dengan kebuntingan hewan sudah mencapai 9 bulan dilaporkan peternak sudah merejan pada malam hari namun hingga pagi hari hewan belum partus. Kondisi sapi masih sanggup berdiri.

 Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan palpasi. Palpasi dapat dilakukan melalui vagina maupun rektum. Palpasi dilakukan bertujuan untuk menunjukan arah lipatan dan tingkat rotasi. Dalam kasus ini pemeriksaan palpasi yang dilakukan adalah palpasi per vaginal dan diketahui bahwa uterus berputar ke arah kanan sekitar 60º.

Tindakan pertama yang dilakukan pada kasus ini adalah reposisi manual. Reposisi manual dilakukan dengan detorsi manual per vaginal. Tangan dimasukkan dan membuat gerakan ayunan yang berlawanan dengan arah torsio. Metode detorsi manual per vaginal merupakan cara yang paling umum untuk torsio yang kurang dari 270º (Manning et al. 1983). Namun, pada kasus ini metode ini kurang berhasil sehingga dipilih metode lain yaitu operasi caesar. Operasi caesar dilakukan pada daerah flank sebelah kiri. Hewan direstrain menggunakan kayu bambu dan dilakukan pencukuran pada daerah yang akan dilakukan sayatan. Hewan diberikan anestesi epidural berupa lidokain 2% sebanyak 5 ml dan anestesi lokal L Block berupa lidokain 2% sebanyak 20 ml.

nsisi pertama dilakukan pada kulit dan jaringan subkutan, diikuti pembukaan m. obliquus externus, m. obliquus internus, m. transversus abdominis dan peritonium. Semua insisi dilakukan dengan arah vertikal. Uterus kemudian diinsisi dan pedet dikeluarkan kaki depan terlebih dahulu. Kondisi pedet saat dikeluarkan sudah lemas dan dilakukan tindakan penanganan berupa mengangkat pedet dengan posisis terbalik digoyangkan dan digosok-gosok untuk mengeluarkan cairan dan menstimulasi reflek jantung namun tidak ada respon. Plasenta yang masih menempel pada uterus kemudain dibantu untuk dilepaskan. Uterus kemudian diberikan bolus antibiotik dan dijahit dengan benang catgut dengan pola jahitan simple continuous, setelah uterus tertutup kemudian didrainase menggunakan penisilin yang diencerkan menggunakan larutan natrium klorida. Peritonium, m. transversus abdominis, m. obliquus internus, dan m. obliquus externus kemudian dijahit dengan benang catgut dengan pola jahitan simple continuous dan didrainase menggunakan penisilin yang diencerkan menggunakan larutan natrium klorida. Bagian kulit dan subkutan dijahit dengan benang nilon dengan pola jahitan interlock

Terapi yang diberikan pasca operasi adalah pemberian vitamin Bioprost TP® 20 ml yang dimasukkan kedalam larutan natrium klorida secara intravena, antibiotik penicillin 15 ml intramuscular, antihistamin dan antiradang (Prodryl®) 20 ml intramuscular. Luka jahitan kulit disemprotkan antibiotik oxytetracycline (Limoxin 25 spray®).

Comments

Popular posts from this blog

MATERI KERAJINAN BERBAHAN LIMBAH LENGKAP

Data Apa Saja yang Bisa Dihasilkan Oleh Teknologi RFID dalam Industri Peternakan

Kasus Cystolithiasis Akibat Infeksi pada Anjing

Laporan wawancara budidaya ikan konsumsi ( ikan lele )

Organ reproduksi pada manusia & Proses-proses yang melibatkan organ reproduksi pria

Contoh lamaran kerja dalam bahasa inggris

Translate

Pageviews last month

terima kasih

jangan lupa datang kembali, komen, dan request